Perwakilan Massa Aksi Tolak HIP Lega Usai Ditemui Pimpinan Dewan

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI akhirnya bisa bernafas lega. Itu setelah pimpinan DPR RI berjanji akan menghentikan pembahasan RUU tentang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Adalah Sufmi Dasco Ahmad dan Azis Syamsuddin, dua Wakil Ketua DPR yang menyatakan akan menyetop pembahasan RUU tersebut. “Aliansi ANAK NKRI sudah diskusi panjang lebar. Masukan dari habaib, tuan guru dan tokoh masyarakat kami tampung. Kami berkomitmen untuk melakukan penyetopan ini tentu dengan mekanisme,” ujar Azis Syamsuddin dalam jumpa pers usai audiensi Anak NKRI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/6).

Azis menjelaskan, untuk menghentikan pembahasan RUU HIP, ada mekanisne yang harus dilalui. “Dan mudah-mudahan ini masukan-masukan berkaitan pasal kontroversial yang disampaikan teman-teman dari habaib, tuan guru dan tokoh masyarakat. Berkaitan dengan pasal 5 ayat (1) dan pasal 7 kita akan menjadi suatu catatan underline dan berkomitmen Insya Allah ini kita akan setop,” tandasnya.

“Terima kasih teman-teman semua. Terima kasih kepada seluruh aliansi anti komunis yang telah hadir memberi masukan,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan pihaknya ingin RUU HIP dihentikan. “Bukan hanya sekadar menunda, tapi Alhamdulillah pada akhir pembahasan para wakil DPR menyatakan berjanji akan menghentikan pembahasan itu walaupun dengan mekanisme yang ada,” kata Martak dalam kesempatan sama.

Sebab, saat ini bolanya ada di pemerintah. “Lucunya beberapa hari lalu pemerintah menyatakan ada di DPR, nanti kalau sudah masuk di pemerintah, pemerintah akan menunda, jadi masih mau main kucing-kucingan,” ungkapnya.

ANAK NKRI terdiri dari berbagai ormas, di antaranya Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Jawara Betawi Brigade 411 Jakarta Selatan, GNPF Ulama. dan Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI). Mereke menggelar aksi unjuk rasa menolak HIP di depan Gedung DPR RI.

Aksi berlangsung hingga menjelang sore. Massa yang menuntut RUU HIP ditarik dari Prolegnas semakin semangat menyampaikan orasi setelah hujan yang mengguyur di sekitar lokasi reda.

Bahkan, semangat massa makin bergelora saat orator yang berada di mobil komando berteriak untuk membakar bendera Palu Arit, bendera yang merujuk pada Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tak lama berselang, sang orator meminta massa yang berada di sekitar komando untuk membikin jarak sebagai tempat untuk membakar bendera. Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 16.30 WIB, massa aksi membakar bendera tersebut. Seketika, asap hasil pembakaran mengepul ke udara.

Sang orator terus membakar semangat massa aksi dengan yel-yel “Bakar PKI” dan “Turun Jokowi”. Para massa aksi lainnya pun turut ikut bernyanyi yel-yel yang dikomandoi oleh sang orator.

“Bakar, bakar, bakar PKI. Bakar PKI sekarang juga. Turun, turun, turun Jokowi. Turun Jokowi sekarang juga,” demikan yel-yel yang digelorakan oleh massa aksi. (swt/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.