Ribuan Petani Jagung di NTB Sambut Program Taman Nusatera

Berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat guna menghadapi ancaman resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Salah satunya mendorong dan berharap sektor pertanian dioptimalkan.

Merespon harapan itu, Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) berkerjasama dengan Sintesa Persada merancang program untuk memberdayakan ribuan petani yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program yang diberi tajuk Tani Mandiri Nusa Tenggara Barat (Taman Nusatera) itu, rencana akan dilaunching oleh Putra Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Penasehat KMSN, Gus Syauqi Ma’ruf Amin, Kamis 1 Oktober 2020.

Menurut Gus Syauqi ketahanan pangan nasional merupakan benteng terakhir dalam ketahanan ekonomi sebuah bangsa Indonesia. Terlebih, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi ancaman resesi ekonomi akibat pandemi virus Corona berkepanjangan.

Karena itu, Gus Syauqi berharap meminta para pelaku usaha khususnya di bidang pertanian harus bersinergi dalam menopang kemandirian ekonomi petani. Dengan begitu, asa memberdayakan petani akan terwujud.

“Saya optimistis, jika semua pihak bersinergi, baik pemerintah dan swasta, cita-cita mewujudkan ketahanan pangan akan tercapai,” tandas Gus Syauqi dalam acara ramah tamah di Novotel Hotel Lombok, bersama Gubernur NTB, Kapolda NTB, serta Danrem 162/Wira Bhakti, Selasa (29/9).

“Perlu diingat, petani merupakan pahlawan ketahanan pangan sebuah bangsa. Karena itu, semua pihak yang terkait, sudah seharusnya membantu petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Petani jangan hanya dijadikan simbol dan memanfaatkan,” sambung Gus Syauqi.

Sebagai tanda ditabuhnya gong pemberdayaan petani di NTB, KMSN dan Sintesa Persada beserta ribuan petani akan melakukan penanaman bibit jagung di 10.000 Hektar lahan yang berada di tiga kabupaten, yakni Bima, Dompudan, dan Sumbawa.

Danrem 162 Wirabakti, Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi program Taman Nusatera. Untuk mendukungan berjalannya program tersebut, jajarannya akan memberikan pengamanan.

“Saya bersama seluruh jajaran TNI dan Polri akan turut mengamankan program pemerintah di bidang ketahanan pangan ini. Para babinsa (Bintara Pembina Desa) akan kami kerahkan untuk turut menjaga keamanan produksi pertanian, baik itu pada masa tanam hingga pascapanennya,” tandas Rizal

Sementara itu, Project Manager Sintesa Nusantara, Yusuf Mansur menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam pelaksanaan program Taman Nusatera. Yusuf berharap akan menjalankan fungsi sebagai aggregator berbagai program pemerintah serta sistem manajemen dalam proses budidaya dan penanganan pasca panen.

Dalam program ini KMSN dan Sintesa Persada akan menggandeng BNI 46 untuk menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para petani. Selain itu, program ini akan melibatkan Jasindo untuk asuransi bila gagal panen. Dan, pihak Pupuk Kaltim (PKT).

“Sementara kami di Sintesa Persada akan fokus pada pendampingan petani dalam proses penanaman serta kesadaran berkelompok untuk membangun kemandirian ekonomi para petanu. Dengan kesadaran itu para petani mampu melakukan kemitraan yang profesional dan proporsional dengan semua pihak terkait,” pungkas Yusuf.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.