Apa Kabar Pulau Seribu Dewa?

Apa Kabar Pulau Seribu Dewa

Sudah lebih dari 6 bulan pandemin COVID-19 sangat mengganggu kehidupan manusia.

Mulai dari sosialisasi, ekonomi hingga aktifitas hiburan lainnya. Tak terkcuali di salah satu provinsi yang mengankat pariwisata sebagai sektor ekonomi utamanya yakni Bali.

Selama pandemi ini secara tidak langsung Bali seakan diperintahkan untuk beristirahat selama pandemi ini. Itu semua terlihat dari jumlah statisik.

Mengacu pada data www.bali.bps.go.id yang keluar pada tanggal 2 Desember 2020 telah memaparkan penurunan jumlah wisatawan baik dari segi month to month ataupun statistik pertahun.

Seperti contoh jumlah turis asing yang mengunjjngi bali pada Oktober 2020 hanya sebanyak 58. 10 turis datang dari pelabuhan, dan 48 sisanya dari bandara.

Angka ini turun sebanyak 30,12% bila melihat pada jumlah wisat September 2020.

Penurunan lebih dalam lagi, yang seakan seperti terjum bebas lebih terlihat bila data dibandingkan dari Oktober 2019 maka penurunan itu turun sebanyak 99,99% atau bisa dikatakan hampir 100% bila dibandingkan pada tahun lal

Masih dengan sumber yang sama mengenai Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel beribintang pada bulan Oktober 2020 mengalami kenaikkan sebesar 9,53% atau sebanyak 4,25 poin.

Apa Kabar Pulau Seribu Dewa?

Memang jika dibandingkan dengan motnh to month relatif memiliki perkembangan walau hanya sedikit, namun bila data di bulan Oktober 2019 yang menjadi acuan maka bulan Oktober 2020 masih emngalami penurunan 63,30% atau -53,77 poin yang mengacu pada .

Data selanjutnya dengan sumber yang sama membahas mengenai angka rata-rata lamanya wisatawan menginap di hotel.

September 2020 lamanya wisatawan menginap dihotel adalah sebesar 1,87 hari, dan pada bulan Oktober 2020 sebanyak 2,19 hari. Sama seperti jumlah TPK bila membandingkan dengan month to month, jumlah rata-rata penginapan masih meningkat sebanyak 0,32 poin. Lalu bila disandingkan dengan tahun sebelumnya yakni Oktober 2019, maka penurunan masih terlihat yaitu sebesar 0,67 poin karena dibulan tersebut jumlah rata-rata tamu menginap di hotel sebesar 2,86 hari.

Memang bila semua disandingkan dengan year to year maka akan sangat jelas terlibat lenurunan yang sangat dalam dari 3 aspek tersebut.

Namun dalam month to month, seperti yang terlihat lada jumlah TPK dan rata-rata wisatawan menginap di Bali, walaupun kecil namun jelas disitu memiliki perkembangan dari bulan sebelumnya.

Bali seakan perlahan namun pasti menyudahi istirahat lamanya karena pandemi yang merubuhkan sektor pariwisata Bali yang bisa dikatakan berkontribusi paling besar di roda ekonomi provinsi tersebut.

Hal yang menarik diutarakan oleh Cok Ace Wakil Gubernur Provinsi Bali pada kesempatan Indonesia Tourism Form.

Apa Kabar Pulau Seribu Dewa. Beliau mengatakan “Pada konteks di Bali saya tidak menyebut itu new normal, tapi saya menyebutnya sebagai New Era of Bali, dimana akan merubaha paradigma pariwisata sebelumnya” Kata-kata yang sangat membangun ini, sangat jelas menyiratkan bahwa Provinsi Bali selepas pandemi COVID-19 sangatlah optimis.

Hal ini terlihat jelas dengan konsep yang dinaikkan oleh Bapak Wakil Gubernur Bali mengenai New Era of Bali yang seakan karena pandemi mereka berubah menjadi lebih baik lagi, berbeda dengan istilah new normal yang seakan menyerah dengan pandemi dan mencari standar normal yang baru.

Secara garis besar memang pandemi kali ini memukul semua sektor termasuk pariwisata.

Bahkan Balipun seakan beritistirahat untuk merapihkan diri lebih baik lagi selepas pandemi ini.

Namun seperti yang terjabar diatas Wakil Gubernur Provinsi Bali merupakan contoh optimis dari keselurhan warga Bali selepas pandemi ini, Bali tidak memasuki masa new normal melainkan memasuki new era of Bali.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.