Dasco Menyayangkan Massa Demo Dapat Info Keliru

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyayangkan gerakan massa yang mengepung Gedung DPR RI, Kamis (16/7). Menurut politikus Partai Gerindra itu, massa yang berbondong-bondong ke gedung anggota dewan salah informasi.

“Pada saat ini, dari malam hari sampai pagi, banyak pengunjuk rasa di depan dan belakang gedung kita. Mereka mendapatkan informasi yang keliru terkait (ada pengesahan) RUU omnibus law dan RUU HIP,” kata Dasco saat membuka Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dasco memastikan bahwa tidak ada pembahasan dan pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja dan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Ia menjelaskan, pimpinan DPR bersama pimpinan Baleg telah menyampaikan agenda Rapat Paripurna hari ini kepada massa aksi.

Namun, massa aksi bergeming dan ingin menunggu hingga Rapat Paripurna selesai. “Kami tadi telah mendampingi pimpinan Badan Legislasi, kami yakinkan bahwa hari ini tidak ada (pengesahan) RUU tersebut,” ujarnya.

Karenanya, Dasco mengimbau para anggota Dewan yang menghadiri rapat dapat mengikuti rapat secara tertib agar cepat selesai. Dasco mengaku khawatir dengan situasi pengunjuk rasa di luar gedung DPR.

“Saya mengimbau yang menyampaikan laporan bisa kita persingkat agar masyarakat pengunjuk rasa di luar bisa terpenuhi, bahwa memang tidak ada pengesahan RUU yang diolah sedemikian rupa sehingga dianggap kita tidak peka terhadap masyarakat,” tutur Dasco.

Berdasarkan undangan rapat paripurna, ada lima agenda pembahasan dalam rapat hari ini. Pertama, laporan Komisi XI DPR RI terhadap Hasil Uji Kepatutan dan Kelayakan atas Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Periode 2020-2025, dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan.

“Kedua, penyampaian laporan Komisi VI DPR atas Penetapan Pemberian Pertimbangan terhadap Calon Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Periode 2020-2023, dan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan,” pungkas Dasco. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.