Massa Aksi Geram Tak Kunjung Ditemui Anggota DPR

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memastikan tidak ada agenda pembahasan RUU HIP dan Omnibus Law dalam Rapat Paripurna, Kamis (16/7). Hal itu telah ditegaskan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dalam pembukaan rapat.

Meski demikian, massa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan dan belakang gedung DPR RI, tidak lantas membubarkan diri. Justru mereka mulai bertindak anarkis dengan melempari aparat kepolisian dengan botol plastik.

Tidak hanya itu, massa aksi ingin menerobos penjagaan kepolisian di depan Gedung DPR. Alhasil, aksi saling dorong antara massa aksi dengan aparat tidak terhindarkan.

Anggota kepolisian bersiaga dan membentuk barisan mencegah massa memasuki Gedung DPR. Di sisi lain anggota kepolisian tidak bereaksi atas pelemparan balik botol plastik tersebut. Aparat hanya berupaya menghindar agar tidak terkena lemparan botol plastik.

Massa aksi mulai beringas karena mengaku kesal dengan anggota dewan yang menerima perwakilan mereka. Lebih dari sejam, perwakilan massa aksi tidak ditemui anggota DPR.

Para anggota legislatif beralasan sedang menggelar rapat. Dengan begitu, para anggota DPR belum bisa menamui perwakilan massa aksi penolak Omnibus Law.

Namun, suasana sedikit mereda setelah anggota kepolisian menenangkan massa. Anggota kepolisian menjelaskan bahwa perwakilan massa aksi segera ditemui anggota DPR.

Demi memenangkan massa, seorang orator aksi berinisiatif memutar lagu Dara Juang dari atas mobil komando. Tak lama, emosi massa berangsur mereda dan aksi pelemparan botol plastik tak terjadi.

Seperti diketahui, massa dari buruh, mahasiswa, dan petani menggelar aksi menolak Omnibus Law di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis.

Massa menolak Omnibus Law karena aturan itu merugikan kaum buruh. Aturan itu dianggap massa hanya menguntungkan kaum kapitalis. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.