Gebrakan Erick Thohir Diacungi Jempol, Pengamat: Tinggal Bersihkan Ideologi HTI

Peneliti Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menilai keputusan Presiden Joko Widodo menempatkan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN sudah tepat. Itu karena sejak dilantik, Erick telah membuat banyak inovasi untuk menata BUMN.

“Belum genap setahun, Pak Erick jadi Menteri BUMN, tetapi sudah banyak melakukan terobosan,” kata Karyono dalam keterangan tertulis yang diterima Kabarindong.com, Jumat (19/6).

Karyono menyebutkan beberapa terobosan yang dibuat mantan Presiden klub sepak bola raksasa Serie A Italia Inter Milan tersebut. Salah satunya, memangkas jabatan dari tujuh deputi menjadi hanya tiga deputi di Kementerian BUMN.

Kemudian, mulai merampingkan struktur di sejumlah perusahaan plat merah. “Pak Erick terlihat Erick fokus memperkuat posisi BUMN. Kebijakan yang dibuat itu untuk membenahi birokrasi di Kementerian BUMN, manajemen, struktur direksi dan komisaris,” tandasnya.

Menurut Karyono, jelas yang dilakukan Erick berbeda jauh dengan Menteri BUMN sebelumnya pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi.

Terobosan lain, kata Karyono, Erick mulai menutup sejumlah anak dan cucu perusahaan BUMN. Tujuannya, untuk rasionalisasi dan efisiensi perusahaan BUMN.

“Erick Thohir sepertinya ingin agar BUMN bisa bersaing dengan swasta. Intinya, ingin menyehatkan BUMN. Makanya ada perombakan dan perampingan. Beberapa BUMN yang tidak sehat dibekukan. Kemudian dari manajemen SDM, dia mencoba mengedepankan profesionalisme,” ucapnya.

Karyono berharap, Erick dalam kinerjanya juga memperhatikan manajemen kolaborasi dengan mengedepankan profesionalisme dan memerhatikan aspek politik.

Sementara itu, Direktur Indonesian Archipelago Watch Jeffrey M Rawis juga mengamini, terobosan yang telah dilakukan Erick sangat baik. Karena BUMN harus berdaya saing, mengejar profit selain bertugas memberi pelayanan pada publik.

Di samping itu Menteri Erick diminta untuk waspada terhadap ideologi HTI yang bisa menyusup di Kementerian BUMN. “Erick harus jadi Commander in Chief, harus bisa mengendalikan penuh. Jangan BUMN main sendiri-sendiri yang akhirnya kesusupan ideologi HTI dan lain-lain,” kaya Jeffrey.

Jeffry juga mengatakan, gebrakan Erick sejauh ini sejalan dengan visi misi Presiden Joko Widodo. Hal tersebut bisa dilihat dari tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah.

Jeffry berharap kinerja yang baik tetap dipertahankan hingga akhir masa pemerintahan periode 2019-2024 nantinya. (dra/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.