Jokowi Minta Ada Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Hampir lima bulan wabah virus Corona melanda Indonesia. Namun berbagai upaya yang dilakukan pemerintah tak berbuah hasil. Buktinya, semakin banyak orang yang terpapar virus Corona dan saat ini jumlahnya mencapai 76.981 orang.

Sebab itu, pemerintah mulai mengkaji pemberian sanksi bagi warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan atau penularan virus Corona. Rencana pemberian saksi bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak diungkapkan Menko Bidang PMK, Muhadjir Effendy, Senin (13/7).

“Kemungkinan akan dipertegas sanksi untuk pelanggaran atas protokol kesehatan karena Pak Presiden menyoroti masih rendahnya kedisiplinan masyarakat untuk patuh ke protokol kesehatan,” ujar Muhadjir usai rapat terbatas di Istana Negara.

Muhadjir mengatakan, imbauan dan sosialisasi soal protokol kesehatan selama ini dinilai belum cukup membuat masyarakat patuh. “Intinya Pak Presiden melihat imbauan, sosialisasi belum cukup tanpa ada sanksi tegas terutama yang melanggar protokol kesehatan,” katanya.

Ia pun meminta agar masyarakat memahami imbauan pemerintah soal protokol kesehatan berupa jaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Pasalnya, kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini masih terus melonjak.

“Ini mohon masyarakat memahami apa yang disampaikan Presiden, menandakan betapa tingginya risiko yang dihadapi Indonesia terhadap covid-19,” ucap Muhadjir.

Muhadjir juga menyampaikan pesan pentingnya sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat menggunakan bahasa dan simbol lokal yang mudah dipahami oleh masyarakat.

“Karena itu keterlibatan ilmuwan, antropolog, sosiolog, dan perguruan tinggi terus diminta terlibat, termasuk pemuka agama agar sosialisasi pesan Covid-19 bisa diterima masyarakat,” katanya. (yab/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.