Menag Minta Kuota Haji Indonesia Ditambah, Begini Respon Arab Saudi

Patut diacungi jempol. Setelah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun ini, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta kepada pemerintah Arab Saudi agar menambah kuota calon jemaah haji Indonesia pada pelaksaan ibadah haji tahun depan.

Permintaan itu disampaikan Menag Fachrul Razi saat bertemu dengan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (25/6) kemarin.

Kepada Essam, Menag Fachrul Razi mengatakan, penambahan kuota untuk calon jemaah haji Indonesia untuk memperpendek antrean yang rata-rata berada pada 20-40 tahun.

Fachrul menyatakan banyak orang Indonesia yang sangat bersemangat untuk bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci. “Mudah-mudahan tahun depan ada tambahan kuota haji untuk Indonesia,” kata Fachrul dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Essam tidak berani menjanjikan. Yang pasti, Essam mendoakan agar keinginan pemerintah Indonesia yang disampaikan Fachrul bisa dipenuhi.

Menurutnya, Arab Saudi kini tengah mencanangkan visi 2030. Salah satu poin visi tersebut adalah meningkatkan kapasitas kuota jemaah haji dari luar negeri hingga mencapai lima juta.

Saat ini, kata dia, jemaah yang datang ke Makkah dan Madinah berkisar 2,5 juta orang setiap penyelenggaraan ibadah haji tiap tahunnya.

“Mudah-mudahan yang diharapkan bisa terlaksana, mengingat ada visi 2030 yang dicanangkan. Saudi berharap ada lima juta jemaah luar negeri yang bisa beribadah haji di masa-masa mendatang,” kata Essam.

“Dengan bertambahnya kuota jemaah haji yang berangkat, itu akan meningkatkan kuota haji Indonesia. Semoga kuota haji Indonesia bisa bertambah,” harapnya.

Kuota jemaah haji asal Indonesia pada 2020 sebanyak 221.000 orang. Jumlah itu terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus.

Selain itu, Essam juga menyampaikan apresiasi kepada Fachrul atas dukungan Indonesia terhadap kebijakan pembatasan penyelenggaraan jemaah haji 1441H/2020M yang diputuskan oleh Saudi.

Lebih lanjut dijelaskan, kebijakan tersebut diambil atas alasan menjaga keselamatan jemaah karena kondisi global masih di tengah pandemi Covid-19.

“Indonesia telah lebih dulu mengumumkan untuk membatalkan keberangkatan jemaah haji. Saat ini, kita apresiasi Indonesia dan Menag karena yang pertama mendukung keputusan Saudi dalam membatasi haji,” kata dia. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.