Produsen Vaksin Corona Ogah Dituntut Bila Ada Masalah

Produsen vaksin Corona yakni Pfizer enggan bertanggungjawab apabila terjadi masalah dalam proses vaksinasi di Indonesia. Terlebih bila pemerintah melakukan tuntutan hukum.

Hal itu diungkapkan oleh perwakilan PT Bio Farma (Persero) dalam rapat kerja dengan Komisi IX, Selasa (12/1). Karena itu, sejauh ini antara pihak Pfizer dan pemerintah belum mendapatkan komitmen pembelian vaksin corona.

“Pfizer global dan pemerintah Indonesia, ada beberapa klausa, mereka diminta untuk diberi kebebasan atau dilepaskan klaim tuntutan hukum kalau ada masalah dalam program vaksinasi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini pemerintah masih mendiskusikan hal tersebut dengan pihak Pfizer. “Kami tidak mau dapat cek kosong dan bagaimana klausul ini bisa dinego dengan Pfizer,” jelasnya.

Sekadar diketahui, vaksin asal AS tersebut telah mendapatkan izin penggunaan dalam kondisi darurat dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Kamis (31/12).

Pfizer bekerja sama dengan BioNTech dalam memproduksi vaksin corona. Efikasi vaksin Pfizer diklaim mencapai 90 persen.

Kendati demikian, vaksin Pfizer harus disimpan dalam suhu beku minimal minus 70 derajat celcius. Hal ini menyebabkan distribusi vaksin tersebut membutuhkan perhatian ekstra, terutama di negara tropis.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.