Sandiaga Klaim Program Food Estate Idenya Bersama Prabowo

Mantan Cawapres Sandiaga Uno mengklaim bahwa program Food Estate merupakan gagasannya dan Prabowo Subianto. Gagasan yang berkaitan dengan lumbung pangan nasional itu tercetus pada 2018 lalu.

Klaim itu Sandiaga Uno itu dilontarkan setelah Prabowo Subianto yang kini menjadi Menteri Pertahanan berencana mengelola lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah melalui program Food Estate.

“Pemikiran tentang lumbung pangan nasional itu adalah ide kami berdua cetuskan di tahun 2018-2019. Dan ditawarkan sebagai salah satu program untuk menjadi prioritas pembangunan bangsa,” kata Sandi usai bertemu Prabowo di Gedung Kementerian Pertahanan, Selasa (14/7).

Lebih lanjut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, tugas yang saat ini dijalankan Prabowo Subianto terbilang sangat berat. Bahkan, Prabowo telah meminta Sandi untuk menjelaskan kepada semua pihak agar bersedia saling membantu sehingga program tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Kita berharap Pak Prabowo bisa mengemban amanahnya dan sesuai dengan passion-nya bisa melakukan reorientasi pembangunan lumbung pangan nasional,” kata Sandi.

Diketahui, pada Pilpres 2019 lalu, Prabowo dan Sandi sempat berjanji menerapkan swasembada pangan jika memenangkan kontestasi. Dulu, mereka memiliki misi membuka lahan-lahan baru untuk meningkatkan produksi pangan.

Food Estate sendiri adalah proyek lumbung pangan yang dilakukan di Kalimantan Tengah. Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan sejumlah lembaga dalam menjalankan program tersebut.

Kerja sama dijalin dengan Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Kementerian BUMN untuk mengembangkan kawasan Food Estate

Sandi juga menjelaskan perihal kedatangannya ke kantor Prabowo hari ini. Kedatangannya itu merupakan diskusi rutin yang kerap dilakukan keduanya.

Sandi mengaku memberi banyak masukan kepada Prabowo agar pemerintah memahami keadaan masyarakat yang ekonimunya terganggu akibat pandemi Covid-19. Menurutnya perlu ada strategi khusus.

“Ini perlu kita mendapatkan satu strategi yang khusus, perlu menjadi perhatian dari semua pihak baik pemerintah maupun juga dunia usaha dan masyarakat sendiri termasuk juga pemangku kepentingan lainnya,” kata dia. (yab/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.