Wapres Ma’ruf Amin Minta MUI Siapkan Fatwa

Bila Vaksi Corona Telah Ditemukan

Pemerintah tidak patah arang dalam menanggulangi pandemi virus Corona. Menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat ini pemerintah berupaya menemukan vaksin untuk virus Corona (Covid-19).

Orang nomor dua di Indonesia itu belum berani memastikan kapan vaksin virus Corona akan ditemukan. Yang jelas, jika vaksin sudah ditemukan maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyiapkan fatwa.

Wapres Ma’ruf menjelaskan, fatwa berguna untuk memberikan tuntunan kepada umat. Dia menyebut fatwa juga bisa digunakan dalam penanganan pandemi Corona sehingga memudahkan dalam beribadah.

“Kita berdoa saja. Semoga upaya pemerintah dalam menyegerakan tersedianya vaksin dapat terwujud dan dalam kaitan ini MUI perlu mempersiapkan fatwanya,” ujar Wapres Ma’ruf pada webinar ‘Peranan Fatwa MUI pada Masa Pandemi Covid-19 dan Dampak Hukumnya’ yang diselenggarakan oleh Universitas al-Azhar Indonesia secara virtual, Rabu (5/8).

“Fatwa dapat memberikan bimbingan dan tuntunan bagi umat untuk melakukan penanggulangan dan mengatasi dampak pandemi Covid-19, karena fatwa yang benar akan senantiasa berorientasi pada kemaslahatan, tidak menyulitkan, dan berorientasi pada maksud diturunkannya syariat,” sambungnya.

Lebih lanjut Wapres Ma’ruf menjelaskan, bahwa fatwa MUI saat ditemukan vaksin tentu berbeda dengan fatwa pada kondisi normal. Ma’ruf menegaskan fatwa akan disesuaikan dengan kondisi faktual yang ada di lapangan.

“Ketentuan agama yang berlaku pada saat kondisi tidak normal, berbeda dengan ketentuan agama pada saat normal. Oleh karena itu fatwa pada saat kondisi pandemi bisa jadi berbeda dengan ketentuan hukum saat kondisi normal,” tuturnya.

“Hal itu merupakan karakteristik fatwa dan fikih secara umum. Kondisi faktual yang terjadi bisa menjadi pengubah suatu hukum, karena kondisi tersebut merupakan alasan utama suatu hukum sesuai dengan kaidah yang sangat terkenal di kalangan para fuqoha,” jelasnya.

Dengan demikian, Ma’ruf mengatakan semua negara yang berpenduduk muslim sudah menetapkan fatwa sesuai dengan kondisi darurat saat ini. Fatwa itu guna menjadi panduan bagi umat dalam menjalankan syariat Islam selama pandemi Corona.

“Oleh karena itu, para ulama di hampir semua negara, terutama yang berpenduduk muslim, merasa perlu untuk menetapkan fatwa baru yang sesuai dengan kondisi darurat atau fatwa pandemi yang berbeda dengan fatwa yang berlaku untuk kondisi normal karena fatwa tersebut dipandang sudah tidak sesuai dan tidak relevan dengan kondisi pandemi yang ada,” kata dia.

Diketahui, saat ini PT Bio Farma (Persero) akan menggelar uji klinis fase 3 calon vaksin COVID-19 hasil kolaborasi dengan Sinovac, perusahaan asal China. Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bahan baku vaksin yang diproduksi itu halal. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.