Penularan Corona di Indonesia Masih Tinggi

Rata-rata Bertambah 1.000 Per Hari

Penularan virus Corona di Indonesia yang cukup massif. Ya, dalam beberapa hari terakhir, di Tanag Air ditemukan rata-rata 1.000 kasus Covid-19 per hari.

Seperti pada Senin (15/6) hari ini. Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, dalam 24 jam terakhir atau sampai dengan pukul 12.00 WIB tadi, ditemukan sebanyak 1.017 kasus baru orang terpapar virus Corona.

Penambahan itu, menjadikan jumlah secara keseluruhan pasien positif Covid-19 di Indonesia kini menjadi 39.294 orang.

“Kami dapatkan kasus Covid-19 terkonfirmasi positif adalah 1.017 orang, sehingga totalnya menjadi 39.294 orang,” ujar Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Senin sore.

Tambahan jumlah kasus positif Covid-19 hari ini ditemukan dari 23 provinsi di seluruh Indonesia. Namun, ada lima provinsi yang paling banyak menyumbang kasus Covid-19 pada hari ini. “Ada lima provinsi yang angka laporannya cukup tinggi,” ujar Yurianto.

Dia memaparkan, penambahan tertinggi ada di Jawa Timur dengan 270 kasus baru Covid-19. Kemudian diikuti DKI Jakarta dengan 142 kasus baru, Jawa Tengah dengan 116 kasus baru, Sulawesi Selatan dengan 101 kasus baru, dan Kalimantan Selatan dengan 66 kasus baru.

Data yang sama juga memperlihatkan ada penambahan 592 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dari paparan virus yang kali pertama di temukan di Wuhan, China itu. Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, ada 15.123 pasien yang sembuh setelah sebelumnya dinyatakan mengidap Covid-19.

Seperti biasa, Yurianto juga menyampaikan kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dalam periode 14-15 Juni 2020, ada penambahan 64 pasien Covid-19 yang tutup usia. “Sehingga totalnya menjadi 2.198 orang,” tandas Yurianto.

Penyebaran Covid-19 terjadi di 432 kabupaten/kota. Jumlah ini bertambah satu wilayah dibandingkan data kemarin. Pemerintah juga mencatat ada 36.744 orang yang saat ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Selain itu, ada 13.649 orang yang saat ini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Pemerintah mengakui hanya melakukan pemeriksaan sebanyak 8.776 spesimen dalam sehari. Menurut Yurianto penurunan pemeriksaan ini disebabkan adanya hari libur yang diterapkan sejumlah laboratorium pemeriksaan.

Total saat ini sudah dilakukan pemeriksaan spesimen 523.063 spesimen dari 329,190 orang yang diambil sampelnya. Ini berarti satu orang menjalani pengambilan spesimen lebih dari dua kali. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.