Anak 2 Tahun Meninggal di TKP, Bapak Luka Parah

Selalu waspada saat melintasi rel kereta. Terutama saat melintasi rel kereta yang tidak ada palang pintu. Jika tidak, mungkin anda akan mengalami pengemudi kendaraan bernopol S 1063 JS.

Ya, mobil jenis minibus tersebut ringsek setelah hantam kereja api jurusan Surabaya-Jakarta yang melaju kencang, pada Kamis (2/7).

Diduga sang pengemudi kurang waspada saat milintasi rel kereta tanpa palang pintu di desa Waru Kulon Kecamatan Pucuk Lamongan, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabarindong.com, minibus tersebut dikemudikan oleh Galih (24), bersama Azam (2). Minibus Ertiga mendadak mati mesin saat melintasi rel dari arah Utara, saat bersamaan dari arah timur melintas KA Maharani dengan nomor Log CC 206 menghantam minibus yang dikemudikan Galih tersebut.

“Kuatnya tabrakan tersebut sampai membuat minibus terpental sejauh 15 meter dari lokasi tabrakan, ” Terang AKP Siswoyo Kapolsek Pucuk Lamongan.

Lebih lanjut Siswoyo menjelaskan, Akibat tabrakan tersebut Azam, bocah 2 tahun meninggal di tempat kejadian.Sementara itu, Galih mengalami luka parah dan harus dirawat di rumah sakit.

“Kita sudah meminta keterangan saksi-saksi barang bukti juga sudah kita bawa dan kasus kecalakaan ini masih kita selidiki,” Imbuhnya.

“Kami menghimbau untuk seluruh masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati dalam berkendara, terlebih saat melewati lintasan kereta api, bersabar dan dahulukan kereta api untuk melintas terlebih dahulu,”Pungkas Siswoyo. (dum/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.