Isolasi Covid-19 Pasca Opname, Karyawan UTSG Terancam Dipecat

Tindakan semena-mena diduga dilakukan oleh salah satu anak usaha Semen Indonesia, PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) Tuban, Jawa Timur. Perusahaan pertambangan tersebut dikabarkan memecat Darno (50), salah satu karyawannya yang tidak masuk kerja karena isolasi mandiri sehabis opname dari rumah sakit.

Nasib Darno mendapat empati dari masyarakat. Seakan tak terima dengan tindakan semena-mena dari perusahaan itu, sekelompok masyarakat Desa Pongpongan menggeruduk Kantor UTSG. Aksi puluhan warga yang tergabung dalam Barisan Warga Koro Bersatu (BARWATU) itu juga mendapat dukungan dari Kepala Desa, Perangkat dan BPD.

Dalam aksinya, masyarakat meminta pihak UTSG untuk kembali memperkerjakan Darno. Sebab, pemecatan Darno dinilai cacat hukum dan mengabaikan sisi kemanusiaan.

“Pemerintah saja menggelontorkan triliunan rupiah untuk menanggulangi dampak Covid-19, lha ini anak usaha BUMN kok malah mau memecat pekerjanya yang terdampak Covid-19. Sungguh parah sekali,” ungkap Rokim, Korlap Demo.

Sementara itu, Bisyri Mustofa, Ketua Gugus Covid-19 Desa Pongpongan yang turut hadir dalam demonstrasi tersebut menegaskan bahwa isolasi mandiri Darno telah sepengetahuan Satgas Covid-19.

“Pekerja yang bersangkutan memang kita sarankan isolasi mandiri karena habis opname di RSUD. Jadi pemecatan tersebut sangat tidak beralasan” Ujar Topa.

Selain itu, Kepala Desa Pongpongan juga menilai pemecatan yang dihadapi Darno warga Desa Pongpongan ini terkesan dipaksakan, selain mengesampingkan pendekatan lingkungan PT UTSG juga tidak menawarkan opsi opsi lain seperti cuti besar (cuti 3 bulan) yang bisa digukan sauadara Darno saat melakukan isolasi mandiri.

“Kalo UTSG mau hidup rukun berdampingan dengan masyarakat, tentu ia tidak akan memaksan diri. Mengingat kontribusi Desa Pongpongan untuk mendukung keberlangsungan tambang semen ini sudah sangat besar. 40 persen wilayah Desa Pongpongan ini menjadi area tambang semen. Jadi UTSG harus mempertimbangkan aspek sosial itu” tandas Luqman.

Ditempat lain, Koordinator Bidang Hukum Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC. Sarbumusi Tuban), Sutrisno Puji, menyayangkan jika benar rencana pemecatan terhadap Darno disebabkan tidak masuk kerja karena isolasi mandiri terinveksi Covid-19. Namun Sutrisno belum bisa menanggapi lebih lanjut terkait benar tidaknya.

“Kita masih belum bisa ambil sikap terkait persoalan ini, perlu diadakan mediasi dan konfirmasi kepihak-pihak terkait untuk kebenaranya. Dan secara resmi belum ada laporan permintaan pendampingan dari pekerja ke Sarbumusi,”terang Sutrisno

Sementara berita ini diturunkan, PT.UTSG masih belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini.

(Dum/Kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.