LPG Tuban Disegel Warga, Kerena Tidak Tepati Janji

LPG Tuban Disegel Warga

Puluhan Warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendatangi dan menyegel gerbang masuk Terminal LPG Refrigerated, Selasa (15/9).

Aksi itu dilakukan, karena warga menganggap perusahaan tersebut tidak menepati janji terkait proses rekruitmen tenaga kerja.

Warga menagih janji kepada PT KSO WIKA-JIND dan PT AT-ASIA selaku rekanan dalam pelaksanaan proyek pembangunan Terminal LPG Refrigerated. Ya, sebelumnya, perusahaan menjanjikan akan memprioritaskan warga lokal.

Koordinator aksi, Tamtomo menyampaikan dari 200 pekerja yang dibutuhkan hanya 6 warga lokal yang direkrut oleh perusahaan.

“Sudah semestinya warga lokal diprioritaskan sesuai janji awal terkait berdirinya terminal LPG. Kita tidak mau hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” ungkapnya.

Pria yang akrab sapa bang Tom ini juga menyangkan atas sikap Kepala Desa Remen yang cenderung diam dan tidak mau ikut dalam memperjuangakan nasib rakyatnya.

“Kita juga kesal dan menyangkan sikap Pak Kades yang hanya diam melihat ketidakadilan ini. Toh ini juga untuk warganya,” pungkas Tamtomo.

Dikonfirmasi di tempat lain, Kades Desa Remen, Rusdiono menepis anggapan bahwa tidak mau memperjuangkan nasib rakyatnya.

Ia mengaku tidak bisa mendampingi warganya saat aksi karena ada acara di Mapolsek Jenu.

Terminal LPG Tuban Disegel Warga

Sementara itu, Rustamaji Manager Communikasi dan CSR Pertamina MOR V saat dihubungi membenarkan Pertamina ada kegiatan proyek pembangunan Terminal LPG Refrigerated di Tuban.

“Aksi tersebut merupakan dinamika dan hal biasa, info dari pelaksana pekerja dilokasi pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut sudah dikoordinasikan dengan pemerintah Desa setempat terkait pemberdayaan warga lokal,” terangnya

“Sebagi salah satu Badan Usaha Milik Negara, Pertamina akan selalu patuh pada regulasi dan peraturan perundangan yang berlaku, tentunya rekrutmen tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keahlian, khususnya aspek HSSE serta masa pandemi covid-19,” pungkasnya.

(Dum/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.