Uji Coba Klinis Kandidat Vaksin Corona Dilakukan China, Seperti Apa Hasilnya

Saat ini uji coba klinis vaksin Corona buatan China telah menunjukkan hasil menggembirakan. Produsen vaksin China, Sinovac Biotech mengumumkan CoronaVac-kandidat vaksin Covid-19 mereka, menunjukkan profil imunogenitas dan keamanan yang baik pada uji klinis Fase I/II.

Dari Asian Scientist, diberitakan pengembangan kandidat vaksin dimulai pada Januari 2020 dan bekerjasama dengan lembaga riset di China. Perusahaan memperoleh persetujuan dari National Medical Products Administration (NMPA) China untuk uji klinis pada 13 April 2020.

Uji klinis Fase I/II didesain secara acak, studi plasebo terkontrol dan double-blind.

Dikutip dari Very Well Mind, studi double-blind adalah studi di mana peserta maupun peneliti tidak tahu siapa yang menerima perlakuan (treatment). Studi seperti ini berguna untuk menghindari bias. Uji klinis ini melibatkan sebanyak 743 orang sukarelawan sehat berusia 18-59 tahun.

Pada Senin (15/6), perusahaan melaporkan kandidat vaksin menginduksi antibodi netral 14 hari setelah vaksinasi. Uji klinis vaksin China pun menunjukkan tingkat seroconversion di atas 90 persen. Dalam dunia imunologi, seroconversion merupakan periode waktu yang diperlukan antibodi spesifik terbentuk dan jadi mudah terlepas dari darah.

Perusahaan pun melaporkan, tidak ada efek samping parah dalam uji klinis tersebut.

“Kesimpulan uji klinis Fase I/II kami dengan hasil menggembirakan ini adalah tonggak penting lain yang telah kami raih dalam perang melawan Covid-19,” kata Weidong Yin, presiden sekaligus CEO Sinovac Biotech mengutip dari Medical Dialogue.

Saat ini, perusahaan sedang memproses penyerahan hasil uji klinis Fase II dan protokol uji klinis Fase III ke NMPA. Uji klinis vaksin Fase III dikabarkan akan dilakukan di luar China. Untuk Fase III, perusahaan akan bekerja sama dengan Instituto Butantan, Brasil.

Ini bukan kali pertama Sinovac Biotech mengembangkan vaksin. Sebelumnya perusahaan sudah menelurkan vaksin untuk melawan enterovirus 71 (EV71), hepatitis A dan B, influenza musiman, vaksin flu burung (H5N1), dan flu babi (H1N1). (Sai/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.