Ultimate magazine theme for WordPress.

Rocky Soraya: OTT tidak bisa dibandingkan dengan film layar lebar

0

- Advertisement -

Jakarta (KABARINDONG) – Selama pandemi COVID-19, layanan over-the-top alias OTT menjadi pilihan masyarakat saat bioskop ditutup untuk sementara waktu.

OTT pun mulai banyak digemari oleh masyarakat,  sebab masyarakat dapat menonton film mau pun serial untuk mengisi waktu luang.



Kendati demikian, Rocky Soraya selaku sutradara dan produser dari film “The Doll 3” menganggap bahwa OTT dan film layar lebar adalah hal yang sangat berbeda.

​​Baca juga: Akting dengan boneka jadi tantangan bagi pemain “The Doll 3”

“Jujur OTT nggak bisa dibandingkan dengan perfilman. Film itu adalah sesuatu yang nggak bisa diganti,” ujar Rocky saat dijumpai di Jakarta Selatan, Sabtu malam (21/5).

“Itu sebuah experience di mana semua pergi bareng, nonton di big screen, dengan dolby, itu nggak akan bisa diganti dengan OTT yang screen kecil dan stereonya begitu-begitu saja,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa format pembuatan OTT dan layar lebar pun berbeda. Tak hanya itu, kini jumlah penonton film-film di bioskop pun mulai meningkat tajam.

Baginya, ini adalah pertanda bahwa masyarakat mulai jenuh berdiam diri di rumah dan membutuhkan sensasi untuk kembali menonton di bioskop.

“Kalau menurut saya, melihat animo bioskop sekarang ini lebih baik daripada sebelum COVID-19. Kelihatan dari sini bahwa penonton udah bosen duduk di rumah saja,” kata Rocky.

“Lama-lama nonton OTT juga selama pandemi kayaknya udah ditonton semua juga ya. Saya Netflix saja sudah nonton semua. Jadi ya saatnya kembali ke bioskop. Nonton sesuatu yang nggak akan bisa didapat di small screen,” tambahnya.

Untuk film “The Doll 3” sendiri, Rocky mengatakan bahwa pembuatannya dilakukan dengan menggunakan peralatan yang memang khusus untuk membuat film bioskop.

Dengan menonton di bioskop dan mendengarkan suara yang menggelegar, hal tersebut dapat mendatangkan emosi tersendiri bagi penonton yang tak akan di dapat jika hanya menonton di rumah saja.

“Kita syuting ini juga menggunakan lensa dan kamera yang khusus buat layar lebar. Dan dengan dolby dan sebagainya yang membuat kita merasa emosi yang nggak akan kita dapat di rumah. Karena kan bisa dipause, ke kamar mandi dulu lah, apa lah,” pungkasnya.

Baca juga: “The Doll 3” gunakan boneka animatronics seharga milyaran rupiah

Baca juga: “The Doll 3” siap tayang di bioskop 26 Mei 2022

Baca juga: Sutradara ungkap 3 kru dilarikan ke rumah sakit karena adegan tabrakan

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © KABARINDONG 2022

- Advertisement -

Leave A Reply

Your email address will not be published.