SiMaC Gandeng BJB Kembangkan Agrowisata

Antisipasi Terjadi Krisis Ketahanan Pangan.

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dalam lima bulan terakhir berdampak pada ketahanan pangan. Merespons ancaman krisis ketahanan pangan itu, Ketua Dewan Pembinan Santri Milenial Centre (SiMaC), Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin menginisiasi pengembangan agrowisata berbasis kemitraan.

Gus Oqi-sapaan akrabnya-kemudian menugaskan Presiden SiMaC menggandeng Bank Jawa Barat (BJB) untuk mengembangkan agrowisata untuk memastikan ketahanan pangan di era kenormalan baru (new normal) Covid-19.

Putra Wapres Ma’ruf Amin ini mengatakan, dalam situasi ancaman ketahanan pangan seluruh komponen bangsa harus gigih mencari jalan keluar. Dengan harapan, Indonesia tidak masuk pada jurang multi krisis.

Salah satu yang memungkinkan adalah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak seperti perbankan untuk membantu permodalan para pelaku usaha mikor kecil dan menengah (UMKM).

“Kita sudah pahami bahwa bangsa ini sedang menghadapi krisis, salah satunya pangan. Bahkan ini menimpa negara-negara di hamoir seluruh dunia. Apakah kita akan diam saja? Perlu langkah strategis dari setiap masyarakat untuk lepas dari ancaman krisis pangan. Maka dari itu saya menginisiasi kerjasama ini,” kata Gus Oqi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8).

Sementara itu, usai melakukan perjanjian kerjasama dengan BJB, Presiden SiMaC, Nur Rohman menjelaskan untuk menghadapi new nromal perlu dipandang sebagai peluang. Termasuk sektor ketahanan pangan.

“Salah satu yang kita kembangkan antara simac dan BJB adalah pengembangan domba, kambing dan sapi. Bisa menjadi wisata di desa-desa di Indonesia. Kedepan diharapkan program ini menjadi rangkaian produk turunan yang dihasilkan dari peternakan rakyat menjadi ekosistem hulu hilir yang terintegrasi akan menarik wisatawan lokal di desa untuk kuliner dan edukasi,” tutur Rohman di Graga Aktiva, Kuningan, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Gus Rohman menjelaskan, dengan menggandeng BJB, SiMaC menargetkan akan menjangkau sekitar 200 ribu di seluruh Indonesia. Namun demikian, saat ini SiMaC dan BJB melakukan permodelan ketahana pangan di sektor agrowisata, peternakan, pertanian, dan komoditas potensial lainnya.

“Istilahnya BJB dan SiMaC kembangkan teknologi ketahanan pangan kemitaraan di era new normal, mulai peternakan kambing, sapi pertanian seperti kopi, jagung dan terintegrasi sebagai wahana wisata,” tandas eks Direktur Laziznu PBNU ini.

Di tempat yang sama Pemimpim Divisi Kredit UMKM, Bank BJB, Denny Mulyadi menyampaikan bahwa kerjasama dengan SiMaC membuktikan bahwa BJB berkomitmen hadir dalam pola pemberdayaan umat. Khususnya di Jawa Barat dan Banten

“Dengan kerjasama ini diharapkan melalui peningkatan dan pemberdayaan ekonomi umat terutama dalam hal ketahanan pangan dimasa pandemi Covid-19 sektor UMKM bisa bertahan dan menjadi penggerak perekonomian nasional,” kata Denny. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.