Diduga Gila, Polisi Libatkan Penusuk Syekh Ali Jaber Dalam Reka Ulang

Kepolisian nampaknya serius mengusut kasus penusukan Syekh Ali Jaber di Masjid Falahuddin, Lampung. Polisi berencana menggelar rekonstruksi atau reka ulang peristiwa yang membuat geger publik tersebut.

“Penyidik merencanakan rekonstruksi Kamis (17/9) besok. Artinya bahwa sampai saat ini tempat kegiatan masih ada dan dijaga oleh anggota dan besok akan dilakukan rekonstruksi,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/9).

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit setelah ditusuk oleh Alpin Andrian saat bercemah, Minggu (13/9). Dugaan sementara, tersangka mengalami gangguan jiwa.

Meski demikian, dalam rekontruksi besok, polisi akan menghadirkan pelaku untuk mengikuti reka ulang. Alpin diminta memerankan sejumlah adegan yang terjadi saat melakukan aksinya.

“Beberapa adegan akan dilakukan oleh tersangka,” kata Argo.

Dalam perkara ini, penyidik menjerat tersangka dengan pasal 340 KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana Subsider Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana subsider Pasal 351 ayat (2) KUHPidana dan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Alpin terancam hukuman mati atau seumur hidup penjara, dan paling ringan pidana penjara 20 tahun.

Sejauh ini, kata Argo, sebanyak 13 orang saksi telah diperiksa penyidik terkait dengan kasus penusukan dai kondang itu. Saksi yang diperiksa meliputi keluarga, pihak-pihak yang berada di TKP, kemudian panitia penyelenggara kegiatan.

“(Tersangka) Masih di dalam sel dan sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh penyidik,” ujar Argo.

(Dra/Kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.