Ultimate magazine theme for WordPress.

KILO hadir dengan konsep baru, tawarkan sensasi “restaurant-market”

0

- Advertisement -

Jakarta (KABARINDONG) – Restoran KILO menjadi salah satu destinasi nongkrong baru di Jakarta yang wajib dikunjungi.

Restoran yang berlokasi di Jakarta, Bali, dan Singapura itu hadir dengan konsep venue baru yang memberikan ruang untuk berinteraksi lebih dekat dengan para pengunjungnya dengan memberikan rasa kenyamanan dan elegansi saat bersantap di restoran ini, restaurant-market experience.

Wine Bodega, Seafood Counter, dan berbagai pilihan Dry Aged dan Cured Meats adalah beberapa elemen terbaru yang disajikan oleh KILO Jakarta. Melalui konsep baru ini, KILO lebih berfokus untuk memberikan pengalaman gaya kelas atas yang memanjakan pengunjungnya untuk dapat berinteraksi lebih dekat dengan ruang, rasa dan juga situasi yang ditawarkan di sekitarnya.

Baca juga: Sensasi daging brisket lembut nan juicy hadir di Lyma

“KILO menggabungkan keakraban dengan intrik dan rasa ingin tahu. Misalnya pada Wine Bodega, Pengunjung akan menemukan berbagai pilihan wine dari new world wines, old world, biodynamic, organic, dan natural wines. Pengunjung pun dapat secara langsung mengambil dan memilih wine yang mereka suka di Bodega dengan harga terjangkau yang tentunya dipandu oleh sommelier berpengalaman,” kata pendiri KILO Joshua Adjodha dalam keterangannya pada Jumat.

Di Seafood Counter, para tamu diajak untuk berjalan dan melihat pilihan makanan laut segar dan musiman yang diisuguhkan KILO setiap harinya seperti ; seperti lobster lokal hidup, kaki kepiting raja, ikan segar, kerang, dan berbagai pilihan tiram lokal dan internasional.

“Bagi mereka yang menyukai hal-hal yang lebih mewah, kami menyediakan pilihan kaviar kaleng premium dan caviar flight sampel yang dapat dicicipi.”

Untuk Meat Lovers, Kilo memiliki Dry Aging Chiller khusus di mana Anda dapat menemukan kualitas potongan daging yang beragam mulai dari Wagyu Sirloin dan Rib-Eye, hingga Aged Porter House dan steak Tomahawk yang hadir dengan berbagai pilihan mentega dan saus untuk pengunjung pilih sendiri sesuai dengan rasa yang diinginkan. 

Namun, konsep baru ini tetap tidak mengubah identitas inti KILO. Elemen dan komponen baru ini di racik ulang dan dikuratori oleh Direktur Kuliner Kreatif , Chef Jethro Vincent, menu di Kilo Jakarta menawarkan cita rasa baru yang menarik dan unik serta hidangan khas yang familiar dan tak lekang oleh waktu untuk menghormati 10 tahun Sejarah Kilo sebagai sebuah restoran.

Pengunjung juga bisa melihat secara langsung keahlian Chef Jethro menciptakan hidangan yang eksentrik secara visual dengan menggunakan bahan lokal terbaik serta produk impor premium.



Pengunjung bahkan juga dapat memilih menu “Chef Creation” di mana ia telah menciptakan hidangan unik dan lezat menggunakan bahan-bahan Pasar KILO yang dapat dinikmati secara a la carte, maupun dengan pengalaman bersantap yang dikuratori langsung oleh Chef yang berpengalaman dengan memilih opsi “Feed Me”.

“Tapi seperti biasa, rasa adalah pemikiran pertama saya, bagaimana membawa rasa dan perspektif baru ke ranah kuliner Jakarta. Saya senang dengan perubahan KILO Jakarta dan berharap orang-orang akan menyukainya juga,” kata Direktur Kuliner KILO Chef Jethro.

Beralih ke menu minuman, KILO menggandeng Gede Harris – mixologist yang telah menghabiskan tujuh tahun di perusahaan besar Hakkasan Group yang bekerja di Omnia dan Sake no Hanna Bali kini telah bergabung dengan KILO sebagai Head Mixologist.

Harris sebelumnya pernah meraih Juara 4 Hatten Cocktail Competition, Juara 4 The Master’s Competition by ABA Indonesia Road to Thailand, Juara 4 Mixo Chef (cocktail pairing), Juara 3 Captain Morgan 2018, dan menjadi Top 30 Best Bartenders oleh Diageo pada tahun 2019.

Harris mencoba menghadirkan rangkaian menu yang memadukan bumbu tradisional dengan sentuhan klasik. Penerapannya terlihat dari bahan dasar pembuatan sirup dimana ia menggunakan sisa jeruk yang dicampur dengan gula yang kemudian akan dihisap untuk dipisahkan dari minyaknya.



Selain itu, ia juga bermain dengan suhu rendah atau sous vide dan menggunakan gelatin sebagai bahan bakarnya. Langkah tersebut diambil olehnya dan tim untuk lebih meminimalisir pemborosan dalam menghasilkan produk akhir.

Baca juga: KBRI dukung program “Indonesia Spice Up the World!” di resto Beijing

Baca juga: Tips menyimpan bahan makanan agar tetap segar

Baca juga: Cold Stone Creamery bawa kreasi spesial rayakan HUT RI

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © KABARINDONG 2022

- Advertisement -

Leave A Reply

Your email address will not be published.