Ultimate magazine theme for WordPress.

Tiga mitos seputar keaslian madu

0

- Advertisement -

Jakarta (KABARINDONG) – Madu dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan dan menjadi alternatif pemanis makanan dan minuman yang dianggap lebih sehat karena mengandung indeks glikemik yang rendah.

Banyaknya manfaat yang dimiliki madu membuat komoditas itu rentan dengan pemalsuan. Alih-alih ingin sehat, mengkonsumsi madu palsu justru menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh seperti diabetes, jantung, dan berbagai penyakit lainnya.

Salah satu cara untuk mengetahui keaslian madu secara ilmiah tentu dengan pengujian lab untuk mengetahui adanya enzim diastase. Keberadaan enzim diastase biasanya ditunjukkan dengan bukti gas dan busa pada madu.

Agar tidak terjebak dengan mitos keaslian madu yang sering beredar, simak tiga tips memeriksa keaslian madu yang telah dijelaskan oleh Andoni Pridatama selaku Brand Owner dari Sarang Maduku dalam siaran pers pada Jumat.​​​​​​​

Baca juga: Teh, rahasia cantik Pevita Pearce

Baca juga: Bukan cuma dimakan, ini manfaat “royal jelly” untuk kulit

1. Madu asli tidak akan dikerubungi semut

Ini adalah salah satu cara menandakan keaslian madu yang salah. Pada kenyataannya, madu mengandung glukosa dan fruktosa yang pasti diminati semut, meskipun tidak semua madu disukai semut. Hal ini dikarenakan setiap madu memiliki kandungan yang berbeda-beda tergantung dari pohon sumber nektar dimana lebah penghasil madu mencari makan.

2. Madu asli tidak akan beku ketika dimasukkan dalam kulkas

Meskipun tidak cair seperti air, madu juga memiliki kandungan air yang tentu saja akan mengalami kristalisasi atau mengental jika disimpan di dalam kulkas. Masyarakat sering salah memahami kristalisasi madu ini sebagai madu palsu. Padahal ini adalah reaksi alami madu ketika disimpan di kulkas dan bergantung pada seberapa tinggi kandungan fruktosanya.

3. Madu asli memiliki warna yang pekat dan tidak berubah warna

Warna madu tidak ada kaitannya dengan keaslian madu namun ada kaitannya dengan sumber pohon nektar dan khasiatnya. Warna madu yang berasal dari nektar pohon mahoni misalnya, memiliki warna, kandungan, dan khasiat yang berbeda dengan madu yang dihasilkan dari pohon randu.

Masyarakat terkadang juga sering salah memahami perbedaan antara madu mentah (raw honey) dan madu olahan. Madu mentah adalah madu yang diambil langsung dari madu hutan liar atau peternakan dan tidak dilakukan proses pasteurisasi seperti pada produk Sarang Maduku.

Sarang Maduku khusus menghasilkan madu mentah yang diproses secara higienis dengan dua hingga tiga kali penyaringan dan tidak menambahkan bahan apapun sehingga tidak memiliki batas kadaluarsa dan aman disimpan dalam jangka waktu lama pada suhu ruangan.

Untuk menjaga keaslian dan kualitasnya, Sarang Maduku mengambil langsung dari peternak lokal di daerah Pati (Jawa Tengah), Pasuruan (Jawa Timur), Sumba (Nusa Tenggara Barat), dan Riau (Sumatera). Keberagaman daerah asal madu ini membuat Sarang Maduku memiliki varian madu terbanyak hingga 30 jenis dengan berbagai khasiat yang berbeda-beda.

“Untuk mendapat manfaat terbaik, Anda dapat mengkonsumsi madu pada pagi hari sebelum makan sebanyak dua sendok dan sebelum tidur sebanyak dua sendok,” tutup Doni.

Baca juga: Mengenal propolis lebah, nutrisi dan manfaat bagi kesehatan

Baca juga: Mengenal madu manuka, asal hingga manfaat

Baca juga: Cara mudah mengetes madu yang Anda beli murni atau tidak

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © KABARINDONG 2022

- Advertisement -

Leave A Reply

Your email address will not be published.