Ultimate magazine theme for WordPress.

Ini Obat Anti-Virus dan Multivitamin bagi Para Pasien Covid-19 Isoman

0

- Advertisement -

ANGKA positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan setiap harinya. Per hari ini, angka positif harian Covid-19 menembus angka 17 ribu. Hal ini tentu sajan mengkhawatirkan, mengingat ketersediaan rumah sakit.

Pasalnya, berkaca dari gelombang kedua yang terjadi pada pertengahan tahun lalu, ketersediaan rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19 sangat terbatas. Oleh karena itu, isolasi mandiri bisa menjadi solusi agar menekan beban rumah sakit.

Bagi para pasien positif yang sedang isolasi mandiri, bisa memanfaatkan layanan telemedicine dari pemerintah yang bekerja sama dengan 17 platform telemedicine. Selain itu, pasin positif yang sedang isoman juga akan diberikan obat gratis.

Disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, paket obat untuk pasien positif yang sedang isoman dibagi dalam dua kategori, yakni paket A untuk pasien tanpa gejala dan paket B untuk pasien bergejala ringan.

Paket A terdiri dari multivitamin C, B, E dan Zinc sebanyak 10 tablet. Sementara paket B yang diperuntukkan bagi pasien bergejala ringan, akan mendapatkan multivitamin C, D, E, dan Zinc sebanyak 10 tablet, Peramivir 100 mg total 40 kapsul atau Molnupiravir dosis 200 mg sebanyak 40 tablet dan tambahan parasetamol 500 mg jika memang dibutuhkan.

Lalu bagaimana dengan masyarakat yang tak bisa mengakses layanan telemedicine? Prof. Wiku menyebutkan, masyarakat bisa langsung melapor ke puskesmas setempat. Tujuannya agar bisa diswab tes PCR secara gratis.

“Masyarakat yang memiliki keterbatasan mengakses telepon dan interner, dapat melaporkan kasus positif atau kontak erat ke puskesmas setempat untuk bisa diberikan tes PCR gratis,” kata Prof. Wiku, dalam siaran langsung Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia di kanal Youtube BNPB Indonesia, Rabu (2/2/2022).

Begitu juga dengan konsultasi, perkembangan gejala dan konsumsi obat bisa dilakukan langsung dengan tenaga kesehatan puskesmas setempat.

“Konsultasi seputar gejala dan konsumsi obat saat isolasi mandiri, bisa dilakukan secara manual dengan petugas puskesmas di tempat tinggal masing-masing,” tutup Prof. Wiku.

- Advertisement -

Leave A Reply

Your email address will not be published.