Bendera HTI atau Bukan? Terjawab Sudah

APARAT kepolisian telah menyatakan bahwa bendera yang dibakar anggota Banser pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) adalah milik ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Meski begitu, sejumlah elit HTI enggan mengakui bendera bertuliskan kalimat tauhid itu adalah bendera organisasinya.

Seperti yang dikatakan eks Jubir HTI Ismail Yusanto. Menurutnya, yang dibakar Banser itu bukan bendera  HTI. Bahkan dia mengklaim bahwa HTI tidak memiliki bendera seperti itu. ”Bukan, itu bukan bendera HTI,” ujar Ismail.

Ismail boleh saja menampik pernyataan pihak kepolisian. Namun aparat kepolisian juga bukan tanpa dasar menyimpulkan bahwa bendera itu milik HTI.

Tulisan HTI di bekas kantor pusat HTI terlihat ada bendera bertuliskan kalimat tauhid

 

Selain menggali fakta dari sumber anggota Banser yang membakar bendera, pihak kepolisian berpatokan pada devinisi bendera sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Menurut KBBI, divinisi bendera adalah sepotong kain atau kertas segi empat atau segitiga (diikatkan pada ujung tongkat, tiang, dan sebagainya) dipergunakan sebagai lambang negara, perkumpulan, badan, dan sebagainya atau sebagai tanda. Yakni panji-panji, tunggul.

Sering dikibarkan di tiang, umumnya digunakan secara simbolis untuk memberikan sinyal atau identifikasi. Dan, sering juga digunakan untuk melambangkan suatu negara untuk menunjukkan kedaulatannya.

Bendera pertama digunakan untuk membantu koordinasi militer di medan perang. Dan bendera sejak berevolusi menjadi alat umum untuk sinyal dasar dan identifikasi, terutama di lingkungan di mana komunikasi juga menantang (seperti lingkungan hidup maritim di mana semaphore digunakan).

Bendera nasional adalah simbol-simbol patriotik kuat dengan interpretasi luas bervariasi, sering termasuk asosiasi militer yang kuat karena asli dan berkelanjutan militer mereka. Bendera juga digunakan dalam pesan, iklan, atau untuk tujuan hias lain. Studi tentang bendera dikenal sebagai vexillology.

Menilik kembali bendera yang pada aksi pembakaran bendera bertulisan kalimat tauhid di Garut. Jelas bendera yang dibakar bentuknya sama dengan devinisi bendera yang KBBI. Dan jika di lihat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tanggah (AD/ART) HTI juga mendekati kemiripan.

Selain itu, selama ini hampir tidak ada ormas Islam di Indonesia yang menggunakan bendera bertuliskan kalimat tauhid. So, apakah eks pengurus, kader, simpatisan HTI masih mau mengelak? Pihak kepolisian yang akan membuktikan. (***)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.