Mendagri Tito Karnavian: Pilkada Tanpa Dangdutan

Wabah virus Corona di Indonesia belum juga mereda. Karena itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak ingin ada kampanye terbuka dengan melibatkan banyak orang di satu lokasi saat Pilkada Serentak 2020 Desember nanti.

Memang sudah menjadi kebiasaan dalam pesta demokrasi, pada calon kepala daerah membuat acara panggung yang mengundang massa. Menurut Tito, kerumunan massa sangat berpotensi menularkan virus corona (Covid-19).

“Jadi gaya-gaya seperti buka panggung, joget-joget bawa penyanyi dangdut, segala macam, sambil nyawer-nyawer itu kemungkinan besar enggak ada,” kata Tito dalam kanal Youtube Kemendagri, Jumat (7/8).

Mantan Kapolri itu melarang para kandidat calon kepala daerah untuk menghadirkan massa dengan jumlah lebih dari 50 orang saat gelaran kampanye rapat umum dalam Pilkada serentak tahun 2020.

Tito juga meminta kepada para pengawas pemilu untuk mengawasi dan menindak hal tersebut bila bertentangan dengan regulasi yang ditetapkan KPU.

“Saya minta, tolong siap-siap rekan-rekan yang mau jadi kontestan dan bawaslu dari Gakkumdu tegakkan sesuaikan dengan peraturan KPU,” kata Tito.

Ia mengancam para kandidat kepala daerah yang membiarkan pendukungnya melakukan hal tersebut akan dikenakan sanksi berupa didiskualifikasi.

“Kalau ada konvoi, arak-arakan, tulis disana enggak ada konvoi arak-arakan. Kalau sampai berulang kali semprit, diskualifikasi,” kata Tito.

Tito lantas mengimbau agar kandidat memanfaatkan kampanye secara virtual dalam Pilkada 2020 untuk meraih simpati pemilih. Ia menyatakan kampanye secara daring memiliki kekuatan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi.

“Kalau live streaming bisa capai ribuan orang. Kalau ada yang jogetnya di studionya. Yang pidatonya di ruangannya. Yang nobar-nobar di kampung 50 orang, 50 orang,” kata Tito.

Pilkada Serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 daerah dengan diiringi penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19). Kampanye rapat umum tidak boleh mengundang banyak orang di satu lokasi.

Para petugas penyelenggara juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) guna mencegah dari penularan virus corona. Pemungutan suara Pilkada Serentak akan dilakukan pada 9 Desember mendatang. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.